Sabtu, 27 November 2010

PENJELASAN DATA DAN PERANAN DATABASE DALAM DBMS

1.1 PENDAHULUAN

Data base adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali. DASD (medium file master yang baik) harus digunakan. Tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi.

DBMS diartikan sebagai suatu program komputer ang digunakan untuk memasukan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efisien.

1.2 TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut “informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.”

1.3 PEMBAHASAN

HIRARKI DATA

Perusahaan secara tradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen, catatan (record) dan file.

Hirarki data tradisional : File  Record  Elemen Data

 Elemen Data (data element) adalah unit data terkecil, tidak dapat dibagi lagi menjadi unit-unit yang berarti. Dalam catatan gaji, elemen data berupa nama, nomor jaminan sosial, upah perjam dan jumlah tanggungan.
 Record terdiri dari semua elemen data yang berhubungan dengan suatu obyek atau kegiatan tertentu. Misalnya, ada catatan yang menjelaskan tiap jenis persediaan dan penjualan.
 File adalah kumpulan data record yang berhubungan dengan suatu subyek tertentu. Misalnya, file pesanan pembelian terbuka menjelaskan pesanan pembelian yang telah dipesan k pemasok namun belum diterima.
Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut “informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.”
PEMROSESAN DATA

 Pengolahan Batch
Pengolahan batch mencakup pengumpulan semua transaksi dan pemrosesan sekaligus, dalam batch. Yang menentukan jenis pemrosesan adalah jenis aplikasi perusahaan. Jika pemrosesan tidak perlu dilakukan ketika terjadi transaksi, pengolahan batch dapat digunakan. Sistem gaji adalah contoh aplikasi pengolahan batch. Kelemahan utama pengolahan batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan siklus harian. Ini berarti manajemen tidak selalu memiliki informasi paling mutakhir yang menggambarkan sistem fisik.

 Pengolahan Online
Pengolahan online mencakup pengolahan transaksi satu persatu, kadang pada saat transaksi itu terjadi transaksi lain. Karena pengolahan online berorientasi transaksi, istilah pemrosesan transaski sering digunakan. Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik.

 Sistem Realtime
Istilah realtime sering digunakan berhubungan dengan sistem komputer. Sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik.

Penyimpanan data komputer, berasal dari bahasa Inggris "computer data storage " sering disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer, perangkat komputer, dan media perekaman yang mempertahankan data digital yang digunakan untuk beberapa interval waktu.

Data base adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali. DASD (medium file master yang baik) harus digunakan. Tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi.

KONSEP DATABASE

Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi lagis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).

Bentuk Data Base :

 Hierarchical DataBase
Biasa digunakan untuk jaringan komunikasi data yang berupa hierarchi/tree. Dasar hierarchi Data base berusaha untuk menggambar realita dalam sebuah organisasi kebentuk data komputer.
 Network DataBase
Network DB dibuat karena jaringan komunikasi memiliki topology Mesh, shg membutuhkan bentuk ini. Network Data Base memiliki struktur file yang sama, sehingga file yang satu dapat mengetahui / mendapatkan informasi file yang lain dengan benar.
 Relational DataBase
Bentuk DB yang paking Fleksibel dan terbuka. Biasanya digunakan pada local saja.

Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna.
DBMS DAN KEUNTUNGANNYA
Secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer ang digunakan untuk memasukan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efisien.
Keunggulan DBMS :
 Kepraktisan.
 Kecepatan.
 Mengurangi kejemuan.
 Kekinian.
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi empat macam :
 Perangkat keras.
 Data, Data dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (shared).
 Perangkat Lunak.
 Pengguna.


Peranan Database dan DBMS dalam Memecahkan masalah

Data Base Managemen Sistem (DBMS) memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer, memelihara isinya dan menyediakan isis tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yangmahal.

Ketika perusahaan atau pemakai individu memutuskan apakah akan menggunakan suatu DBMS, keuntungan dan kerugiannya harus dipertimbangkan :

Keuntungan DBMS
 Mengurangi pengulangan data
 Mencapai independensi data
 Mengintegrasikan data dari beberapa file
 Mengambil data dan informasi secara cepat
 Meningkatkan keamanan

Kerugian DBMS
 Memperoleh perangkat lunak mahal
 Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
 Mempekerjakan dan mempertahankan dtaf DBS



1.4 PENUTUP


Kesimpulannya adalah semua yang berhubungan dengan data, tentunya berkaitan dengan sistem informasi. Dan setiap sistem informasi mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing.

Saran
Jadikanlah kerugian dari sistem informasi menjadi masukan bagi kita untuk bisa memanfaatkan sistem informasi sebaik-baiknya.


1.5 REFERENSI



sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18809/Modul+4+-+SIM.doc

http://toromorphosist.wordpress.com/2010/02/06/teori-dasar-basis-data/

http://lukas.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/teknologi-informasi-bab-8/

http://blog.ub.ac.id/members/zuruhikaru/activity/72523

http://id.wikipedia.org/wiki/Penyimpanan_data_komputer

http://ilmukomputer.org/category/database/

http://www.linkpdf.com/download/dl/pengertian-hirarki-data-.ppt

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data

http://agusnurli.wordpress.com/2007/07/01/berkenalan-dengan-dbms/

http://statistik4life.blogspot.com/2009/11/konsep-dan-jenis-data.html
»»  Baca Selanjutnya...

MANAGEMENT SUMBER INFORMASI

1.1 PENDAHULUAN
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.

Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
1.2 TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa “informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang
diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.”
Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut “informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.”
Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan “informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.”
1.3 PEMBAHASAN
MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM) Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & dapat dikelola seperti halnya sumber lain.

IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas.

IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.

Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
Perencanaan manajemen puncak dari suatu perusahaan yang akan menetapkan penggunaan komputerisasi yang akan berguna untuk mengetahui penciptaan sumber informasi dan pengelolaannya Information resources management (IRM), jika perusahaan akan menerapkan IRM maka harus ada tiga unsur, yaitu :
 Eksekutif puncak bagian komputer melaporkan secara langsung kepada pimpinan yang disebut Chief Information Officer (CIO).
 CIO turut ambil bagian dengan Eksekutif lain dalam menyusun rencana jangka panjang untuk organisasi.
 Rencana jangka panjang harus dibuat agar kebutuhan informasi dapat memberi kepuasan pelayanan melalui komputerisasi personal, dll
IRM berkembang jika:
 perusahaan berusaha memanfaatkan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
 para eksekutif menyadari jasa informasi sebagai suatu area fungsional utama.
 para eksekutif menerima CIO dalam lingkungan elit mereka.
 para eksekutif memperhatikan sumber daya informasi saat membuat perencanaan strategis.
 terdapat suatu rencana strategis sumber daya informasi yang formal.
 rencana tersebut membahas masalah end-user computing.
Manajemen Sumber Daya Informasi Amerika ilmuwan Horton (FWHorton) dan Marchand (DAMarchand), yang adalah pendiri teori IRM, para peneliti dan praktisi yang paling berwibawa.
IRM risalah mereka tentang banyak hal utamanya adalah:
 Sumber Daya Informasi (InformationResources) dan manusia, material, keuangan dan sumber daya alam sebagai sumber penting bagi semua bisnis, Oleh karena itu, harus dikelola sebagai sumber-sumber lain seperti manajemen sumber daya informasi.IRM adalah bagian penting dari manajemen perusahaan, manajemen perusahaan harus disertakan dalam anggaran.
 IRM, termasuk manajemen data sumber daya dan manajemen informasi pengolahan.Yang pertama menekankan kontrol data, yang berkaitan dengan manajemen perusahaan dalam kondisi tertentu, bagaimana untuk mendapatkan dan memproses informasi, dan menekankan pentingnya sumber daya informasi perusahaan.
 IRM adalah fungsi-fungsi manajemen perusahaan baru, sehingga fungsi baru ini dimotivasi oleh perkembangan informasi dan dokumentasi, dan teratur pada semua tingkat manajemen untuk memperoleh informasi dan memproses informasi dengan cepat dan mudah kebutuhan mendesak.
 Tujuan IRM adalah untuk meningkatkan kondisi dinamis dan statis berhubungan dengan informasi internal dan eksternal kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas manajemen.mengejar IRM dari "3E" - Efisien, Efektif dan ekonomis, yang efisien, efektif dan ekonomi; "3E" dekat hubungan antara kendala bersama.
 Tahap pengembangan IRM's.20 abad 90an, IRM dapat dibagi ke dalam perkembangan fisik kendali, manajemen teknologi otomatis, manajemen sumber daya informasi dan pengetahuan manajemen dalam empat tahap.Setiap tahap perkembangan, dapat menjadi kekuatan pendorong, tujuan strategis, teknologi dasar, manajemen, status organisasi, dan faktor dibandingkan.
Beberapa penjelasan dari para ahli:
1. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang
diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
2. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut
informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
3. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
CBIS (Computer Based Information System) adalah sebuah sistem pengolah yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.


1.4 PENUTUP
Kesimpulannya adalah IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama.

Saran
Mempelajari sistem computer dengan baik, pergunakan lah sistem dengan baik agar mendapat hasil yang baik pula.
1.5 REFERENSI
http://v318.wordpress.com/2008/05/30/cbis-computer-based-information-system/
http://capi23.wordpress.com/2009/12/29/cbis-computer-base-information-system/
http://ipoen.blogspot.com/2008/09/manajemen-sumber-informasi.html
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&q=management+sumber+informasi
http://yudianto01.wordpress.com/2010/01/02/pengenalanan-manajemen-sumber-informasi/
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/business-economy/1851248-management-information-systems-10e/
http://www.rickyeka.com/topics/manajemen-sumber-informasi.html
http://www.tekbar.net/id/system-integration/learning--information-resource-management-irm.html
http://gaswari.wordpress.com/2010/10/18/perkembangan-cbis-computer-based-information-system/
http://www.rickyeka.com/topics/manajemen-sumber-informasi.html
»»  Baca Selanjutnya...

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem)

1.1 PENDAHULUAN
SCLD kepanjangan dari Systems Development Life Cycle yang berarti proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu :

 Analysis
 Design
 Implementation

1.2 TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Kendall & Kendall
Fase perencanaan dipaparkan menjadi beberapa bagian yaitu identifikasi masalah, peluang dan tujuan.
 Identifikasi masalah dilakukan dengan melihat kenyataan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
 Identifikasi kesempatan dilakukan untuk mengetahui proses apa saja yang dapat diubah menjadi lebih baik dengan adanya sistem terkomputerisasi.
 Identifikasi tujuan dilakukan untuk mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai perusahaan.
1.3 PEMBAHASAN
SCLD kepanjangan dari Systems Development Life Cycle yang berarti proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.
SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap:
 analisa (analysis)
 desain (design)
 implementasi (implementation)
 uji coba (testing)
 pengelolaan (maintenance)
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu :

 Analysis
 Design
 Implementation

Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak.
Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni:
 siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle)
 siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping)
 siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :

 Perencanaan sistem
 Analisis sistem
 Perancangan sistem secara umum / konseptual
 Evaluasi dan seleksi sistem
 Perancangan sistem secara detail
 Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
 Pemeliharaan / Perawatan Sistem

Pengembangan Sistem Life Cycle (SDLC) adalah model konseptual yang digunakan dalam manajemen proyek yang menggambarkan tahap-tahap yang terlibat dalam proyek pengembangan sistem informasi dari studi kelayakan awal melalui pemeliharaan aplikasi selesai. Berbagai metodologi SDLC telah dikembangkan untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (metode SDLC asli), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD), model air mancur dan model spiral.
Menurut Kendall & Kendall
Fase perencanaan dipaparkan menjadi beberapa bagian yaitu identifikasi masalah, peluang dan tujuan.
 Identifikasi masalah dilakukan dengan melihat kenyataan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
 Identifikasi kesempatan dilakukan untuk mengetahui proses apa saja yang dapat diubah menjadi lebih baik dengan adanya sistem terkomputerisasi.
 Identifikasi tujuan dilakukan untuk mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai perusahaan.

Beberapa fase dalam SDLC:
Fase Analisis
Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk :
1. Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem
2. Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya.
3. Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini
4. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah :
1. 1. Problem detection
1. Tujuan : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini semakin berkurang manfaatnya (memburuk).
2. Hasil : Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi dalam sistem.
2. 2. Initial investigation
1. Tujuan : Memerikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah – daerah yang menimbulkan permasalahan.
2. Hasil : Penjelasan sistem saat ini.
3. 3. Requirement analysis (determination of ideal systems)
1. Tujuan : Mendapatkan konsensus dari komunitas pemakai dari sistem informasi yang ideal. Sebuah penggantian sistem akan menimbulkan jarak antara sistem saat ini dengan sistem yang ideal (yang mengacu ke komputerisasi).
2. Hasil : Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
4. 4. Generation of system alternatives
1. Tujuan : Menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan sistem idealnya.
2. Hasil : Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan digunakan untuk memperbaiki sistem.
5. 5. Selection of proper system
1. Tujuan : Membandingkan alternatif-alernatif sistem dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada management.
2. Hasil : Hasil-hasil dari studi sistem.
Fase Perancangan / Design
Dalam tahap perancangan (design) memiliki tujuan untuk Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah :
1. 1. Output design
1. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.
2. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output).
2. 2. Input design
1. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke sistem informasi.
2. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input).
3. 3. File design
1. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam sistem informasi.
2. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi file.
Fase Implementation
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
1. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
2. Mengimplementasikan sistem yang baru.
3. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :
1. 1. Programming & testing
1. Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar.
2. Hasil : Coding program dan spesifikasi program.
2. 2. Training
1. Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem, persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan denganp pelatihan (buku-buku panduan sistem).
2. Hasil : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan sebagainya.
3. 3. System changeover
1. Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization).
2. Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).
1.4 PENUTUP
Kesimpulannya adalah dalam Sistem Development Life Cycle mempunyai beberapa fasa-fase yang harus di perhatikan, agar dalam pengerjaannya tidak mendapatkan masalah.
Saran
Pelajarilah sistem computer dengan baik, karena setiap sistem mempunyai sisi sensitife yang harus di perhatikan.
1.5 REFERENSI

http://dewa18.wordpress.com/2010/02/15/systems-development-life-cycle/

http://id.wikipedia.org/wiki/SDLC
http://www.startvbdotnet.com/sdlc/sdlc.aspx

http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/

http://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi4.html

http://febriantiidewii.blogspot.com/2010/02/sdlc-systems-development-life-cycle.html

http://dewa18.wordpress.com/2010/02/15/systems-development-life-cycle/

http://tomy.6te.net/index.php/component/content/article/72-siklus-hidup-sistem-systems-life-cycle.html

http://www.kubudewata.com/index.php/sim-dan-disain/97-sdlc-menurut-ahli

http://infokom2008.blogspot.com/2010/11/system-development-life-cycle.html

http://primamaulina.blogspot.com/2010/05/pengembangan-sistem-informasi-dengan.html
»»  Baca Selanjutnya...

KOMUNIKASI DATA DAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI SERTA PENGENDALIAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM

1.1 PENDAHULUAN

Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet.
Fungsi sistem komunikasi data:
 Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
 Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data tersebut dibuat.
 Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi.
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:
 Melalui Infrastruktur Terestrial.
 Melalui Satelit.

1.2 TINJAUAN PUSTAKA
“Ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.” Berger & Chafee (1987)
“Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).” Hovland, Janis & Kelley:1953
“Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.” Berelson dan Stainer, 1964
“Sistem Informasi adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.” Robert dalam Jogiyanto (2000)

1.3 PEMBAHASAN
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet.
(Pengertian Dan Sejarah Jaringan Komunikasi Data) – Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidangelektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakna manfaatnyadalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur di mana-mana. Komputertidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas,atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimilikisecara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, dll.
Mengenai hal itu Berger & Chafee (1987) menyatakan bahwa Ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang.
Pengertian komunikasi menurut para ahli:
Hovland, Janis & Kelley:1953
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Berelson dan Stainer, 1964
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
Berelson dan Stainer, 1964
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:
 Melalui Infrastruktur Terestrial
Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan yang termasuk teresterial antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame Relay, VPN MultiService dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
 Melalui Satelit
Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari (Sun Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali.

Fungsi sistem komunikasi data:
 Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.
 Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data tersebut dibuat.
 Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi.
Komponen dasar sistem komunikasi data.
Sistem komunikasi data dapat dibagi menjadi tiga komponen utama:
 Sumber komunikasi.
 Media komunikasi.
 Penerima (kadang-kadang disebut sink atau host).
Sistem Informasi menurut Robert dalam Jogiyanto (2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang harus dijalankan dalam sebuah sistem yang ditujukan akan sistem tersebut terhindar dari segala ancaman yang membahayakan yang pada hal ini keamanannya melingkupi keamanan data atau informasinya ataupun pelaku sistem (user).
Adapun kriteria yag perlu di perhatikan dalam masalah keamanan sistem informasi membutuhkan 10 domain keamanan yang perlu di perhatikan yaitu :
 Akses kontrol sistem yang digunakan.
 Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai.
 Manajemen praktis yang di pakai.
 Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan.
 Cryptographs yang diterapkan.
 Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan.
 Pengoperasian yang ada.
 Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP).
 Kebutuhan Hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan.
 Tata letak fisik dari sistem yang ada.
Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
 Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
 Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
 Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.
 Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
 Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
 Jangan takut membatalkan proyek.
 Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system.

1.4 PENUTUP
Kesimpulannya adalah alat komunikasi saat ini sudah maju pesat, oleh Karen itu mempelajari keamanan sistem informasi sangat penting dalam mempergunakan alat komunikasi.
Saran
Pergunakan lah alat komunikasi sebaik mungkin, supaya tidak ada kesalahan dalam pemakaiannya.

1.5 REFERENSI
http://blog.re.or.id/pengertian-sistem-informasi.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_data
http://teknik-informatika.com/komunikasi-data/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/penjelasan-komunikasi-data/
http://www.tsk09a.co.cc/2010/03/pengertian-komunikasi-data-dan.html
http://my.opera.com/idoc/blog/show.dml/1652553
http://www.g-excess.com/id/pengertian-dan-sejarah-jaringan-komunikasi-data.html
http://kuliah.dagdigdug.com/2008/04/22/pengertian-mengenai-ilmu-dan-teori-komunikasi/
http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/
http://ovgust.blogspot.com/2009/12/keamanan-sitem-informasi-i.html
»»  Baca Selanjutnya...
 

Shantii Widya Kusuma Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by faris vio Templates Image by vio's Notez